analisis vegetasi

LAPORAN PRAKTIKUM EKOLOGI UMUM

ANALISIS VEGETASI METODE KUADRAT

Hari/tanggal Praktikum : 2 Desember 2011                            Jam: 14.50-16.30 WIB

 

 

 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Disusun oleh :

1. Prihartini Widiyanti           NIM. 015796585

2. Akhmad Kharish Fahmi    NIM. 081014009

3. Febri Vidiyanti                    NIM. 081014085

4. Muhammad Naufal            NIM. 081014100

 

 

 

Dosen Pembimbing :

Drs. Bambang Irawan, M.Sc., Ph.D.

Trisnadi Widyaleksono, C.P.MSi

 

 

 

DEPARTEMEN BIOLOGI

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA

2011

ANALISIS VEGETASI METODA KUADRAT

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1  Dasar Teori

Analisis vegetasi adalah cara mempelajari susunan ( komposisi jenis) dan struktur (bentuk) vegetasi. Pada umumnya analisis vegetasi dibedakan atas analisis vegetasi kuantitatif dan kualitatif. Analisis vegetasi kualitatif dapat dideskripsi dengan observasi visual tanpa sampling khusus dan pengukuran study ini meliputi penghitungan secara floristik, stratifikasi, sosiabilitas, aspeksi hubungan interspesifik, bentuk hidup dan spektrum biologi. Analisis vegetasi kualitatif memerlukan suatu perkiraan atau estimasi yang dapat dibuat dengan observasi spesies tumbuhan pada tempat yang berbeda atau pada tempat sampel dalam habitat.

Metode dalam analisis vegetasi terbagi menjadi dua macam, yaitu metode kuadrat dan metode garis. Pada praktikum kali ini metode yang digunakan adalah metode kuadrat. Metode kuadrat adalah suatu petak contoh yang berbentuk bujur sangkar yang merupakan unit lengkap dari analisis vegetasi. Berdasarkan metode penentuan luas minimun, akan dapat ditentukan luas kuadrat yang diperlukan untuk setiap bentuk vegetasi tersebut. Sistem analisis dalam metode ini didasarkan pada variabel kerapatan, kerimbunan, dan frekuensi. Kerapatan didasarkan pada jarak individu spesies sepanjang garis yang di buat, fekuensi didasarkan pada kekerapan dari spesies yang di jumpai dalam sejumlah garis-garis yang dibuat, dan nilai penting didasarkan pada penjumlahan harga-harga relatif pada kerapatan, kerimbunan, dan frekuensi.

 

1.2  Tujuan

  1. Mengetahui vegetasi jenis rumput yang dominan di samping Auditorium UNAIR kampus C.
  2. Mengetahui nilai penting dari vegetasi jenis rumput yang dominan di samping Auditorium UNAIR kampus C .

 

1.3  Rumusan Masalah

  1. Vegetasi jenis rumput apakah yang dominan di samping Auditorium UNAIR kampus C?
  2. Bagaimanakah nilai penting dari vegetasi jenis rumput yang dominan di samping Auditorium UNAIR kampus C ?

 

1.4  Hipotesis

  1. Jika rumput di samping Auditorium UNAIR kampus C dibiarkan hidup liar, maka vegetasi jenis rumput banyak.
  2. Jumlah kerapatan berbanding terbalik dengan jumlah kerimbunan suatu vegetasi.

 

 

 

 

 

 

BAB II

PROSEDUR KERJA

 

 

2.1 Alat dan Bahan

  1. Meteran
  2. Tali rafia
  3. Kantong plastik
  4. Tongkat kayu

 

2.2  Lokasi

Tempat atau lokasi sampling di tanah berumput di samping Auditorium UNAIR kampus C.

 

2.3  Prosedur Kerja

  1. Menyebarkan minimal 10 kuadrat berukuran 0,25×0,5 meter persegi secara acak di vegetasi rumput.
  2. Di setiap kuadrat dilakukan analisis vegetasi berdasarkan variabel-variabel kerapatan, kerimbunan dan frekuensi. Data dimasukkan ke dalam tabel.
  3. Setelah selesai menganalisis vegetasi di seluruh kuadrat, maka dilakukan penghitungan untuk mencari harga relatif dari setiap variabel untuk setiap jenis/ spesies tumbuhan ini.
  4. Kemudian melanjutkan penghitungan ini untuk mencari harga nilai penting dari setiap jenis/ spesies tumbuhan ini.
  5. Menyusun dalam suatu tabel jenis tumbuhan berdasarkan harga nilai penting dari harga terbesar sampai terkecil.
  6. Memberi nama bentuk vegetasi ini berdasarkan dua jenis/spesies dengan harga nilai penting terbesar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

HASIL PENGAMATAN

 

3.1  Data Hasil Pengamatan

 (Terlampir)

 

3.2  Analisis Perhitungan

 

Tabel analisis vegetasi rumput di samping Auditorium UNAIR  kampus C

NO

Jenis Tumbuhan

Kerapatan

Kerimbunan

Frekuensi

NP

Kp

KpR

Kb

KbR

F

FR

  1. .

A

4.8

7.9%

19.2

11.3%

5/10

10.4%

29.6%

  1.  

B

24

39.5%

24

14.2%

10/10

20.8%

74.5%

  1.  

C

0.8

1.3%

4

2.4%

1/10

2.1%

5.8%

  1.  

D

5.6

9.2%

28

16.5%

7/10

14.6%

40.3%

  1.  

E

3.2

5.3%

16

9.4%

4/10

8.4%

23.1%

  1.  

F

13.6

22.4%

34.4

20.3%

10/10

20.8%

63.5%

  1.  

G

4.8

7.9%

24

14.1%

6/10

12.5%

34.5%

  1.  

H

4

6.5%

20

11.8%

5/10

10.4%

28.7%

 

Jumlah

60.8

100%

169.6

100%

48/10

100%

300%

 

Keterangan :

Kp       : Kerapatan absolut

KpR    : Kerapatan relatif

Kb       : Kerimbunan absolut

KbR    : Kerimbunan relatif

F          : Frekuensi

FR       : Frekuensi relatif

NP       : Nilai penting

 

3.3  Analisis Perhitungan Data Dengan Metode Kuadrat

Menghitung Kerapatan

 

Kerapatan A = (1 + 2 + 1 + 1 + 1) : (0.125 x 10) = 6 : 1.25 = 4.8

Kerapatan B = (1 + 3 + 4 + 5 + 1 + 3 + 2 + 4 + 3 + 4) : (0.125 x 10) = 30 : 1.25 = 24

Kerapatan C = (1) : (0.125 x 10) = 1 : 1.25 = 0.8

Kerapatan D = (1 + 1 + 1 + 1 + 1 + 1 +1) : (0.125 x 10) = 7 : 1.25 = 5.6

Kerapatan E = (1 + 1 + 1 + 1 + 1) : (0.125 x 10) = 5 : 1.25 = 3.2

Kerapatan F = (1 + 3 + 1 + 2 + 2 +1 +1 + 2 + 1 + 3) : (0.125 x 10) = 17 : 1.25 = 13.6

Kerapatan G = (1 + 1 + 1 + 1 + 1 + 1) : (0.125 x 10) = 6 : 1.25 = 4.8

Kerapatan H = (1 + 1 + 1 + 1 + 1) : (0.125 x 10) = 5 : 1.25 = 4

 

 

Menghitung Kerimbunan

 

Kerimbunan  A = (5 + 4 + 5 + 5 + 5) : (0.125 x 10) = 24 : 1.25 = 19.2

Kerimbunan  B = (5 + 3 + 2 + 1 + 5 + 3 + 4 +2 + 3 + 2) : (0.125 x 10) = 30 : 1.25 = 24

Kerimbunan  C = (5) : (0.125 x 10) = 5 : 1.25 = 4

Kerimbunan  D = (5 + 5 + 5 + 5 + 5 + 5 + 5) : (0.125 x 10) = 35 : 1.25 = 28

Kerimbunan  E = (5 + 5 + 5 + 5) : (0.125 x 10) = 20 : 1.25 = 16

Kerimbunan  F = (5 + 3 + 5 + 4 + 4 + 5 + 5 + 4 + 5 + 3) : (0.125 x 10) = 42 : 1.25 = 34.4

Kerimbunan  G = (5 + 5 + 5 + 5 + 5 + 5) : (0.125 x 10) = 30 : 1.25 = 24

Kerimbunan  H = (5 + 5 + 5 + 5 + 5) : (0.125 x 10) = 25 : 1.25 = 20

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PEMBAHASAN

           

            Dalam analisis vegetasi terdapat dua macam cara, yaitu analisis secara kualitatif dan analisis secara kuantitatif. Metode dalam analisis vegetasi ada dua macam, yaitu metode kuadrat dan metode garis. Pada praktikum kali ini kami menggunakan metode kuadrat.

            Setelah mendapatkan seluruh plot untuk analisis vegetasi, didapatkan sebanyak delapan spesies. Berdasarkan kepadatan relatif (KpR), didapatkan spesies yang dominan adalah spesies jenis B dengan kerapatan relatif sebesar 39,5 %. Sedangkan spesies yang paling sedikit adalah spesies jenis C dengan kerapatan relatif sebesar 1,3 %. Sedangkan berdasarkan kerimbunan relatif (KbR), didapatkan bahwa spesies yang paling dominan adalah spesies F dengan kerimbunan relatif sebesar 20,3 %. Sedangkan spesies yang paling sedikit adalah spesies jenis C dengan kerimbunan relatif sebesar 2,4 %. Perbedaan ini disebabkan karena adanya berbagai faktor, yaitu kandungan substrat yang terdapat pada lahan yang ditumbuhi oleh masing-masing jenis spesies tersebut tidak sama, serta daya dukung lingkungan bagi masing-masing jenis spesies misalnya cuaca dan angin.

            Frekuensi relatif (FR) yang didapatkan dari perhitungan analisis vegetasi ini adalah spesies yang paling dominan adalah jenis B dan F yang masing-masing mempunyai nilai sebesar 20,8 %. Sedangkan spesies yang paling sedikit yaitu jenis C dengan besar 2,1% . Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar nilai frekuensi relatifnya, maka semakin luas penyebaran jenis spesies tersebut (merata) sehingga nilai penting (NP) spesies yang paling dominan sebesar 74,5 % dari jenis B dan untuk spesies yang paling sedikit sebesar 5,8 % dari jenis spesies C.

            Jadi berasarkan penghitungan dapat diketahui bahwa analisis vegetasi di samping Auditorium UNAIR kampus C persebarannya merata.      

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

KESIMPULAN

 

 

  1. Vegetasi jenis rumput yang dominan di samping Auditorium adalah jenis spesies B.
  2. Nilai penting dari vegetasi jenis rumput yang dominan di samping Auditorium  UNAIR kampus C adalah 74,5 %.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran

 

Tabel data analisis vegetasi rumput di samping Auditorium UNAIR kampus C

 

Plot ke-

Jenis Tumbuhan

Kerapatan

Kerimbunan

1

A

1

5

 

B

1

5

 

C

1

5

 

D

1

5

 

E

1

5

 

F

1

5

 

G

1

5

2

A

2

4

 

B

3

3

 

D

1

5

 

F

3

3

 

G

1

5

3

B

4

2

 

D

1

5

 

F

1

5

 

H

1

5

4

B

5

1

 

F

2

4

5

A

1

5

 

B

1

5

 

D

1

5

 

E

1

5

 

F

1

5

 

G

1

5

 

H

1

5

6

A

2

4

 

B

3

3

 

D

1

5

 

F

1

5

 

G

1

5

7

B

2

4

 

F

2

4

 

G

1

5

 

H

1

5

8

A

1

5

 

B

4

2

 

D

1

5

 

E

1

5

 

F

2

4

 

H

1

5

9

B

3

3

 

D

1

5

 

F

1

5

 

H

1

5

10

A

1

5

 

B

4

2

 

E

1

5

 

F

3

3

 

G

1

5

 

 

Gambar Plot

 

Plot 1

 

Plot 2

 

Plot 3

 

Plot 4

 

Plot 5

 

Plot 6

 

Plot 7

 

Plot 8

 

Plot 9

 

Plot 10

 

 

Jenis Species Tumbuhan di Sebelah Auditorium UNAIR Kampus C

 

 

Species A

 

Species B

 

Spesies C

 

Spesies D

 

Species E

 

Species F

 

Species G

 

Species H

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

  1. Michael,P.1994. Metode Ekologi Penyelidikan Ladang dan Laboratorium. Jakarta : Universitas Indonesia Press.
  2. Odum,E P.1995. Dasar-Dasar Ekologi Edisi ketiga. Yogyakarta : Universitas Gajah Mada Press.
  3. Soegianto,A. 1994. Ekologi Kuantitatif. Surabaya : Usaha Nasional.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tentang ofalnaufal

i think for pleasure
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s